Thursday, March 5, 2015

Psikologi

Psikologi adalah studi ilmiah yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental secara empiris dan sistematis. Studi ilmiah adalah metode sistematis untuk mengamati perilaku manusia dan menggambarkan kesimpulan. Mulai dari menggambarkan, memprediksi, dan menjelaskan. Perilaku adalah semua yang kita lakukan bisa diamati. Proses mental itu sendiri adalah pemikiran, perasaan dan penyebab setiap pengalaman pribadi tapi tidak dapat diamati langsung. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dengan pengaruh prilaku. Menurut KBBI juga psikologi adalah ilmu tentang gejala dan kegiatan jiwa.   

Strukturalisme Wilhelm Wundt
Memfokuskan pada mencari dasar komponen mental dari persepsi, kesadaran, berpikir, emosi, dan macam-macam lainnya dari kesatuan dan aktivitas mental. Wundt menemukan element dasar dari proses mental yaitu introspeksi. Instropeksi adalah sistemtis, laporan kerincian diri sendiri dalam pengaturan lab yang terkontrol.
Wilhelm Wundt adalah Bapak Psikologi Modern. Awalnya Wundt adalah pembantu laboratorium psikologi pada tahun 1879 di University Leipzig.

 Gambar 1. Wilhelm Wundt
diambil dari http://www.famouspsychologists.org/wilhelm-wundt/

Fungsionalisme William James
Fungsionalisme ini  menegaskan fungsi dan tujuan dari pikiran dalam adaptasi individu ke lingkugan. Berfokus pada interaksi manusia dengan dunia luar dan maksud dari pikiran. Pikiran mudaah disesuaikan dan berubah-ubah. Karakteristiknya perubahan tetap dalam tanggapan mengalir terus-menerus karena informasi dari dunia (aliran kesadaran).

Gambar 2. William James
diambil dari http://chatafrik.com/special/philosophers/william-james-men-of-ideas


Metode Ilmiah Psikologi
1.       Hipotesis. Praduga atau konsep masalah
2.       Metode. Cara penelitian
3.       Analisis statistika. Analisis terhadap teori
4.       Hasil penelitian. Hasil dari penelitian adalah dasar dari kesimpulan
5.       Kesimpulan. Inti kesimpulan
6.       Evaluasi teori. Terbukti atau tidak terbuktinya penelitian tersebut.

Dalam metode ilmiah ada 3 cara penelitian yaitu penelitian deskriptif, penelitian korelasi, dan penelitian eksperimental. Peneliatian deskriptif bisa dengan cara observasi, survei dan interview, dan case studies. Penelitian korelasi ada positif dan negatif. Didalam penelitian korelasi ini juga terdapat penelitian longitudinal dimana observasi dilakukan secara sistematis, dan jangka panjang bertahun-tahun. Contohnya seperti penelitian efek film kartu pada anak-anak saat mereka remaja. Karena penelitian tersebut butuh beberapa tahun untuk melihat perkembangan perilaku anak yang menonton film kartun sewaktu mereka kecil. Penelitian eksperimental bisa dilakukan dengan cara eksperimen, random assignment, dan variabel bebas dan variabel terikat. 

Disarikan dari beberapa sumber yaitu 

  1. Pada tanggal 5 Maret 2015 disarikan dari Buku The Science of Psychology, Third Edition, Laura A. King 
  2. Pada tanggal 5 Maret 2015 disarikan dari Microsoft PowerPoint Materi Mata Kuliah Human Realities in the Light of Sociology, Antropology,Philosophical Antropology, and Psychology, Pertemuan pertama 

4 comments:

  1. buat tahapan metode penulisan ilmiahnya masih ada yang kurang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang dimaksud disini hanya penulisan ilmiahnya ka. Bukan metode penelitian..

      Delete
  2. menurut kamu kenapa kebanyakan masyarakat berpikir bahwa psikolog pasti bisa membaca pikiran mereka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu digaris bawahi sebenarnya seorang psikolog bukan membaca pikiran seseorang tapi lebih melihat cara bagaimana mereka berperilaku, tata bahasa mereka, dan lain lainnya. masyarakat banyak salah persepsi terhadap seorang psikolog.

      Delete