Psikologi adalah studi
ilmiah yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental secara empiris dan
sistematis. Studi ilmiah adalah metode sistematis untuk mengamati perilaku
manusia dan menggambarkan kesimpulan. Mulai dari menggambarkan, memprediksi,
dan menjelaskan. Perilaku adalah semua yang kita lakukan bisa diamati. Proses
mental itu sendiri adalah pemikiran, perasaan dan penyebab setiap pengalaman
pribadi tapi tidak dapat diamati langsung. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), Psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental,
baik normal maupun abnormal dengan pengaruh prilaku. Menurut KBBI juga
psikologi adalah ilmu tentang gejala dan kegiatan jiwa.
Strukturalisme Wilhelm Wundt
Memfokuskan pada
mencari dasar komponen mental dari persepsi, kesadaran, berpikir, emosi, dan
macam-macam lainnya dari kesatuan dan aktivitas mental. Wundt menemukan element
dasar dari proses mental yaitu introspeksi. Instropeksi adalah sistemtis, laporan kerincian diri sendiri dalam pengaturan lab yang terkontrol.
Wilhelm Wundt adalah Bapak Psikologi Modern.
Awalnya Wundt adalah pembantu laboratorium psikologi pada tahun 1879 di University
Leipzig.
![]() |
Gambar 1. Wilhelm Wundt diambil dari http://www.famouspsychologists.org/wilhelm-wundt/ |
Fungsionalisme William James
Fungsionalisme ini menegaskan fungsi dan tujuan dari pikiran
dalam adaptasi individu ke lingkugan. Berfokus pada interaksi manusia dengan
dunia luar dan maksud dari pikiran. Pikiran mudaah disesuaikan dan
berubah-ubah. Karakteristiknya perubahan tetap dalam tanggapan mengalir
terus-menerus karena informasi dari dunia (aliran kesadaran).
![]() |
Gambar 2. William James diambil dari http://chatafrik.com/special/philosophers/william-james-men-of-ideas |
Metode Ilmiah Psikologi
1.
Hipotesis. Praduga atau konsep masalah
2.
Metode. Cara penelitian
3.
Analisis statistika. Analisis terhadap teori
4.
Hasil penelitian. Hasil dari penelitian adalah
dasar dari kesimpulan
5.
Kesimpulan. Inti kesimpulan
6.
Evaluasi teori. Terbukti atau tidak terbuktinya
penelitian tersebut.
Dalam metode
ilmiah ada 3 cara penelitian yaitu penelitian deskriptif, penelitian korelasi,
dan penelitian eksperimental. Peneliatian deskriptif bisa dengan cara
observasi, survei dan interview, dan case studies. Penelitian korelasi ada
positif dan negatif. Didalam penelitian korelasi ini juga terdapat penelitian longitudinal
dimana observasi dilakukan secara sistematis, dan jangka panjang
bertahun-tahun. Contohnya seperti penelitian efek film kartu pada anak-anak
saat mereka remaja. Karena penelitian tersebut butuh beberapa tahun untuk
melihat perkembangan perilaku anak yang menonton film kartun sewaktu mereka
kecil. Penelitian eksperimental bisa dilakukan dengan cara eksperimen, random
assignment, dan variabel bebas dan variabel terikat.
Disarikan dari beberapa sumber yaitu
Disarikan dari beberapa sumber yaitu
- Pada tanggal 5 Maret 2015 disarikan dari Buku The Science of Psychology, Third Edition, Laura A. King
- Pada tanggal 5 Maret 2015 disarikan dari Microsoft PowerPoint Materi Mata Kuliah Human Realities in the Light of Sociology, Antropology,Philosophical Antropology, and Psychology, Pertemuan pertama
buat tahapan metode penulisan ilmiahnya masih ada yang kurang
ReplyDeleteYang dimaksud disini hanya penulisan ilmiahnya ka. Bukan metode penelitian..
Deletemenurut kamu kenapa kebanyakan masyarakat berpikir bahwa psikolog pasti bisa membaca pikiran mereka?
ReplyDeletePerlu digaris bawahi sebenarnya seorang psikolog bukan membaca pikiran seseorang tapi lebih melihat cara bagaimana mereka berperilaku, tata bahasa mereka, dan lain lainnya. masyarakat banyak salah persepsi terhadap seorang psikolog.
Delete