Saturday, March 21, 2015

Tuhan memang sungguh luar biasa

Sekitar tahun 2013 lalu kakak kandung saya kecelakaan yang daerah tidak jauh dari rumah saya, hanya sekitar 3 sampai 4 kilometer saja. hingga mobilnya pun hancur membentuk U yg tengah nya ada pohon. Ketika itu saya sedang tidur dan di bangun kan oleh mama saya di bilang bahwa kakak saya terjadi kecelakaan. Ternyata saat itu kakak saya sudah di bawa ke rumah sakit terdekat dan mama saya pun juga sudah balik dari TKP.

Kejadiannya terjadi sekitar pukul jam 2 subuh. Kakak saya memang sehabis nongkrong dan minum minuman berakohol, saya juga lupa kadar alkoholnya tinggi atau tidak tapi seingat saya kadar alkoholnya tidak tinggi. Jalanannya sehabis sedikit belok kiri, tapi belokannya tidak terlalu tajam dan ditikungan itu kakak saya mengendarai 100km/jam mungkin karena efek alkoholnya juga. Setelah jalanan tersebut ada U-turn. Di tempat U-turn itu ada motor yang tidak memakai lampu sehingga  kakak saya membanting stir sehingga 1 pohon yang berukuran sedikit besar menurut saya tertebas habis dengan mobil itu dan akhirnya mobilnya pun berbentuk U dimana ada pohon di tengah-tengah mobil itu. Kakak saya tidak sendirian, kakak saya konvoy dengan temannya. Teman kakak saya pun sudah berfikir bahwa kakak saya akan tidak terselamatkan karena mobil itu benar-benar kencang dan langsung memberi pertolongan pertama. Tas kakak saya yang berisi dompet dan Hp pun sudah sempat diambil oleh masyarakat. Temannya pun langsung meminta handphonenya balik karena ingin menelpon orangtua saya. Tuhan memang luar biasa. Kenapa saya dapat mengatakan demikian karena kondisi kakak saya yang otomatis berada di sisi kanan mobil dapat terpental kebelakang kanan juga dengan kondisi sisi kiri mobil sudah hancur abis. Masyarakat yang menyaksikan saja sampai bingung pengemudinya kemana dan sempat bertanya-tanya. Dan saat itu sebenarnya kakak saya tidak memakai sabuk pengaman. Jika beliau memakai sabuk pengaman mungkin sudah tidak tertolong. Disitulah Tuhan masih memberi pertolongan dan kesempatan kedua untuk menjalani hidupnya kembali. Saat di UGD pun hanya ada beberapa jaitan di bagian bawah kepala yang tidak besar dan sudah diketahui bahwa tulang pundaknya patah. Sebenarnya bukan tulang pundaknya tapi saya juga tidak mengerti bagian apa yang pasti di bagian pundak sebelah kiri. Setelah itu kaki kirinya bengkak bagian dengkul. Dikiranya hanya karena terkena benturan. Hingga akhirnya beberapa bulan tulang betis dan tulang keringnya dapat di maju mundur kan. Kalau orang normal tidak bisa karena MCL,LCL, ACL, dan PCL menyambung semua. Setelah diperkisa kedokter ternyata PCL nya putus dan harus melakukan operasi. Setelah operasi baru diketahui ada sedikit putus dibagian ACL kalau saya tidak salah. Jika keduanya putus maka kaki tidak dapat menopang tubuh. Puji Tuhan kakak saya hanya terjadi itu. Itu menjadi pelajaran sangat berharga untuk keluarga saya. Dengan kejadian itu keluarga harus kehilangan mobil yang sudah sangat lama tapi selalu disayang dan dirawat, dan mengeluarkan biaya operasi yang cukup besar untuk operasi bagian pundak dan dengkul. Terlebih harus menjalani terapi segala. 


Dari saya sendiri saya masih bingung kenapa kakak saya dapat terpental kebelakang. Jika melihat kondisi mobilnya sendiri pun sulit dipercaya bahwa pengemudinya terselamatkan. Kalau kata polisi dengan kondisi mobil seperti itu pasti nyawa pengemudi pasti sudah tidak tertolong.  

2 comments:

  1. pengalaman yang cukup menarik, posting ini saya beri nilai 75

    ReplyDelete