Kejadiannya terjadi sekitar pukul jam 2
subuh. Kakak saya memang sehabis nongkrong dan minum minuman berakohol, saya
juga lupa kadar alkoholnya tinggi atau tidak tapi seingat saya kadar alkoholnya
tidak tinggi. Jalanannya sehabis sedikit belok kiri, tapi belokannya tidak
terlalu tajam dan ditikungan itu kakak saya mengendarai 100km/jam mungkin
karena efek alkoholnya juga. Setelah jalanan tersebut ada U-turn. Di tempat
U-turn itu ada motor yang tidak memakai lampu sehingga kakak saya membanting stir sehingga 1 pohon
yang berukuran sedikit besar menurut saya tertebas habis dengan mobil itu dan
akhirnya mobilnya pun berbentuk U dimana ada pohon di tengah-tengah mobil itu. Kakak
saya tidak sendirian, kakak saya konvoy dengan temannya. Teman kakak saya pun
sudah berfikir bahwa kakak saya akan tidak terselamatkan karena mobil itu
benar-benar kencang dan langsung memberi pertolongan pertama. Tas kakak saya
yang berisi dompet dan Hp pun sudah sempat diambil oleh masyarakat. Temannya pun
langsung meminta handphonenya balik karena ingin menelpon orangtua saya. Tuhan memang
luar biasa. Kenapa saya dapat mengatakan demikian karena kondisi kakak saya
yang otomatis berada di sisi kanan mobil dapat terpental kebelakang kanan juga
dengan kondisi sisi kiri mobil sudah hancur abis. Masyarakat yang menyaksikan
saja sampai bingung pengemudinya kemana dan sempat bertanya-tanya. Dan saat itu
sebenarnya kakak saya tidak memakai sabuk pengaman. Jika beliau memakai sabuk
pengaman mungkin sudah tidak tertolong. Disitulah Tuhan masih memberi
pertolongan dan kesempatan kedua untuk menjalani hidupnya kembali. Saat di UGD
pun hanya ada beberapa jaitan di bagian bawah kepala yang tidak besar dan sudah
diketahui bahwa tulang pundaknya patah. Sebenarnya bukan tulang pundaknya tapi
saya juga tidak mengerti bagian apa yang pasti di bagian pundak sebelah kiri. Setelah
itu kaki kirinya bengkak bagian dengkul. Dikiranya hanya karena terkena
benturan. Hingga akhirnya beberapa bulan tulang betis dan tulang keringnya
dapat di maju mundur kan. Kalau orang normal tidak bisa karena MCL,LCL, ACL,
dan PCL menyambung semua. Setelah diperkisa kedokter ternyata PCL nya putus dan
harus melakukan operasi. Setelah operasi baru diketahui ada sedikit putus
dibagian ACL kalau saya tidak salah. Jika keduanya putus maka kaki tidak dapat
menopang tubuh. Puji Tuhan kakak saya hanya terjadi itu. Itu menjadi pelajaran
sangat berharga untuk keluarga saya. Dengan kejadian itu keluarga harus
kehilangan mobil yang sudah sangat lama tapi selalu disayang dan dirawat, dan
mengeluarkan biaya operasi yang cukup besar untuk operasi bagian pundak dan
dengkul. Terlebih harus menjalani terapi segala.
Dari saya sendiri saya masih bingung kenapa
kakak saya dapat terpental kebelakang. Jika melihat kondisi mobilnya sendiri
pun sulit dipercaya bahwa pengemudinya terselamatkan. Kalau kata polisi dengan
kondisi mobil seperti itu pasti nyawa pengemudi pasti sudah tidak tertolong.
pengalaman yang cukup menarik, posting ini saya beri nilai 75
ReplyDeleteOkay, terima kasih widji atas penilaiannya
Delete